Batak menertawakan Kehidupannya,..
Tidak ada yang salah dengan itu,tidak ada yang salah dengan ketulusannya mendeskripsikan tiap alur hidupnya dengan"senyum kepasrahan".Hanya mencoba menguatkan langkah yang mulai goyah karena tergerus kerasnya kehidupan.Tidak ada yang salah dengan jujurnya si"batak" ini menunjukkan kapasitasnya sebagai manusia telah habis.Telah sampai pada titik persimpangan yang membuatnya sadar bahwa sebagai manusia dia telah menjelma menjadi bagian dari peradaban.Tidak penting itu sukses atau tidak,berhasil atau gagal.Tidak lagi berusaha mengencangkan pinggang yang mulai lemah untuk meraih cita-cita.Sebab usia telah menghanyutkan segalanya,menghanyutkan semangat masa muda yang menggebu-gebu.
Jumpang ari jumpang bulan
jumpang nang taon muse
ari-ari tarpasuda
soadong na moru hape
nungga lam suda ari-ariku
nungga lam loja ma mikkiri
soadong na muba dope
hape umur nungga lam matua
so tarulahan hape daging pe nungga lam loja
so tarambatan so adong na hu dapot dope
reef: mekkel nama au...
unang holsoan au
mekkel nama au
unang marsak au...uuu
nungga lam suda ari-ari ku
nungga lam loja ma mikkiri
soadong na muba dope
hape umur nungga lam matua
so tarulahanhape daging pe nungga lam loja
so tarambatan so adong na hu dapot dope.
back to reef:
hoooraasss...
hooooraas....
asal ma sai horas.
Sebagai manusia,terkadang kita lupa untuk sejenak melihat keberhasilan kita dalam skala yang lebih kecil.Skala yang tidak membuat kita sakit hati ketika menyadari target awal kita sepertinya tidak akan dapat kita raih.Sesekali espektasi awal kita harus kita turunkan agar tidak menyakiti hati kta yang lumpuh karena merasa apa yang kita lakukan selalu aja kurang dan kurang.
Apabila aku mendengar lagu diatas,hatiku sangat memahami arti yang terkandung di dalamnya.Tak perlu malu menertawakan setiap kegagalan dan pencapaian yang kita dapati.Sebab hanya kejujuran menilai diri lah yang bisa membuat kita survive.Bertambah kuat dan semakin berani menerima kegagalan dengan tangan terbuka.Bukan memaki keadaan yang memang sudah tersuratkan untuk jalan kehidupan kita.
Jalan hidup tak selalu mementingkan arah,jalani saja dan tunggu sampai ke mana arah membawamu.Sampai ke mana langkah terakhirmu menerbitkan masa depan yang bila tua nanti kamu Fahami jawaban dan artinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar