hahaha.....
pak guru seperti belatung..
tangan kirinya berbuntung-buntung.
hahahaha....
terlihat si juntung memalu patung.
berharap tak wajahnya yng timbul..
atau sedikit pipinya yang menyembul..
dari tatakan batu betutu..
he..he...he,,
tawaku menjadi kabut,tak menjadi semaput..
menggelepar melihat kuda bak putri..
hmm....
kini aku kembali diam..
aku terkebiri pelatuk
melihat ketiadaan rasa malu..
atau ketiadaan berbulu..
...........
hidup hanya seputar mati bernafas dan hidup..
atau bernafas hidup dan mati..
kadang-kadang fasenya berubah menjadi..
setengah nafas,setengah hidup dan setengah mati..
Rabu, 20 Oktober 2010
Selasa, 19 Oktober 2010
Senin, 18 Oktober 2010
triana febriari sibarani
Ahhkk inang ini..
melihat teduh wajahnya membuatku sejenak amnesia,sejenak meghilangkan pemahaman kalau bumi itu bulat,lonjong ,elips atau apalah kata ahli astronomi kebanyakan..
Teduh matanya hampir membiusku dan melenakan indra.
Kembali lagi aku merasakan hawa lagu "weslife" yang kebanyakan cengeng ,bahkan sesekali seperti
seperti kebakaran jenggot bila sms ku tak dibalas atau lama mengangkat telpon ku yang berbunyi riang.
Jatuh cinta,singkatnya begitu..
:-)
Aku masih ingat ketika berdua di Ragunan,pertama kali ketemu dan jalan berdua, Tak lepas-lepas aku memandangi bintik hitam kecil di sudut bibir bawahnya yang menggoda.Bibir tipisnya yang selebar pemandian,bahkan rambutnya melukiskan dahan-dahan.
Sesekali gajah sumatra tampak cemburu melihatku bersanding dengannya,
tiba-tiba saja gerimis diperintahkan langit mengganggu kami berdua,sepertinya sangkakala ikut iri di pendoponya.Hmm..aku hanya tersenyum kecut sambil nyengir pada langit,"dia pikir aku kesal apa...????"
gumamku mendelik..
Aku coba menggringnya menghindari tetsan kecil dari ujung pohon,sembari melihat sekeliling penjual payung.
Kandang monyet-monyet asli nusantara tak henti-hentinya memperdengarkan nada-nada sumbang tanda irinya mereka..
He..he..aku tertawa melihat seekor monyet ekor panjang menjulurkan lidahnya padaku..
"sorry kawan, malang nian nasib evolusimu ucapku menegurnya"
sepintas dia menggoreskan kukunya di dahan,tanda pelampiasannya kepadaku..
Malam menggantung di ujung cakrawala,bias hitam senada dengan siluet wajahmu diantara penumpang yang sarat pemahaman.Kerlip lampu di pusat perbelanjaan laksana lampu natal yang menggugah.Samar-samar wajah teduh itu menghipnotis bak "romy" dengan jurusnya
Tiba-tiba saja hatiku berkata "Dia orang yang tepat Ky..!!! lihat saja matanya yang teduh tu,
wajahnya yang sempurna itu.Kemudian melintas sederetan kecil pawai drumband mengelilingiku.Aku kini terduduk di singgasana menanti sang pujaan dengan Anggunnya.Tampak diujung Febri melepaskan Energi positifnya.
Kemudian lagu romantis mengiringi langkahnya menuju peraduannya.
Atap istanaku berubah jadi balok-balok kaca lebar dengan sarat antrian,bau keringat dengan parfum murahan kembali menyembur di hidungku, tak sadar ternyata Halte Harmoni tampak di depan,menghadangku dengan perlahan.
"Wah..capek nih berdiri ucapku basa-basi.
Dia hanya mengolokku dengan sebutan loyo..
hmm..bener2 loyo sih gumamku tak bersuara.Kami berjalan menyusuri jalanan ibukota yang ramai.Bias display menyongsong di sekitaran pelataran.Sesekali kupandangi wajahnya hingga terasa kakiku makin kuat berjalan,jujur wajahnya bak doping buatku malam itu.
Tak segan Febri meraih tanganku saat menyeberang lampu merah,dingin nya membuat hatiku seakan-akan sedang adegan slow motion di film2 ingin rasanya selama dia menggenggamnya.
Sampai besok juga gak apa-apa candaku dalam hati.
Sorot matanya kini membuatku tak bisa tidur,sesekali kumati jam yang mulai ubanan,
senyumnya seperti dipaksaan.
"sabar tuan gerigi,waktumu akan segera tiba ucapku kemudian melemparkan secuil roti dari tanganku,jarum penunjuk menit secepat kilat menyambarnya dan melahapnya tanpa ampun.Kemudian berkjalan tertatih kembali mengulang pekerjannya sejak tahun lalu.
Kurebahkan badanku diatas kasur empuk buatan jaman belanda,tiangnya masih se kokoh baja lama.
Entah kenapa wajahnya seperti bermain-main di sudut ruangan hatiku yang lama tidak pernah aku tempati.
Meski masih kotor ruangan itu enggan Febri tinggalkan.Kemudian kuraih sapu dan membersihkannya perlahan,tampak FEBRI membantuku menyiapkan Pel,Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya menggodaku.
Sisa-sisa Si...masih tertinggal sedikit,dan tak akan lama lagi akan hilang.Tanpa terasa aku kelelahan kemudian tertidur.Terlihat dia masih riang mengobo-obok isi hatiku seharian.
Tak ada lelahnya dia kembali menemuiku dia alam mimpi,dengan harum semerbak mawar dan anggrek bulan.Di tepian derasnya riak kecil taman dengan kolam ikannya,Febri tampak anggun mengenakan gaun malam bak Barbie yang mempesona.Mtaku tak lelah memandanginya dari balkon istana "Fairy"
Jemarinya melemparkan potongan remah roti untuk ikan berwarna-warni bernama koi.
Aku menyayikan lagu "Thank God I found you" sejenak wajahnya menegadah melihatku,bait-bait dan lirik lagu itu kemudian Febri lanjutkan dengan anggun.Laksana duet mewah Mariah carey dan bryan "98 degrees mengalunkannya.
Kemudian aku sudah berdiri tepat di belakangnya,kuraih tangannya mempersilahkan angin mengusap wajahnya ,mengiringnya melewati taman hati.Sejenak berhenti di hamparan bunga yang mengembang indah dan menebarkan wangi yang tak ada duanya.
Kupeluk pinggangnya kemudian mencium aroma rambutnya ,kuusap lembut dan mencoba menyelami romantisnya saat indah itu.Dia hanya menengadahkan pandangan menuju langit cerah,sinar matahari hangat menyapu wajahnya yang lugu dan sejurus kemudian memejamkan matanya yang teduh.
Pagi-pagi sekali aku terbangun dan mendapati istanaku bangkrut,tinggal satu rak meja usang denagn cat yang mengelupas.Beberapa detik kemudian kesadaranku kembali istanaku ternyata hanya mimpi.Aku bergegas menyalakan komputer menulis mimpiku seirama.Takut terlupa walau hanya sebait.
Febri...Karena mu aku kembali seperti terbangun di tengan malam,tanpa tersadar apa yang telah terjadi aku tiba-tiba saja merasa yakin kau adalah jawabannya.
Semoga saja perasaanku tidak seperti biasanya,suka dan hilang tanpa ada pemberitahuan.
Dikecewakan atau dikianati.
"There is too much love i want to share with you,there is an True love"
Prengky sahala tua sirait
melihat teduh wajahnya membuatku sejenak amnesia,sejenak meghilangkan pemahaman kalau bumi itu bulat,lonjong ,elips atau apalah kata ahli astronomi kebanyakan..
Teduh matanya hampir membiusku dan melenakan indra.
Kembali lagi aku merasakan hawa lagu "weslife" yang kebanyakan cengeng ,bahkan sesekali seperti
seperti kebakaran jenggot bila sms ku tak dibalas atau lama mengangkat telpon ku yang berbunyi riang.
Jatuh cinta,singkatnya begitu..
:-)
Aku masih ingat ketika berdua di Ragunan,pertama kali ketemu dan jalan berdua, Tak lepas-lepas aku memandangi bintik hitam kecil di sudut bibir bawahnya yang menggoda.Bibir tipisnya yang selebar pemandian,bahkan rambutnya melukiskan dahan-dahan.
Sesekali gajah sumatra tampak cemburu melihatku bersanding dengannya,
tiba-tiba saja gerimis diperintahkan langit mengganggu kami berdua,sepertinya sangkakala ikut iri di pendoponya.Hmm..aku hanya tersenyum kecut sambil nyengir pada langit,"dia pikir aku kesal apa...????"
gumamku mendelik..
Aku coba menggringnya menghindari tetsan kecil dari ujung pohon,sembari melihat sekeliling penjual payung.
Kandang monyet-monyet asli nusantara tak henti-hentinya memperdengarkan nada-nada sumbang tanda irinya mereka..
He..he..aku tertawa melihat seekor monyet ekor panjang menjulurkan lidahnya padaku..
"sorry kawan, malang nian nasib evolusimu ucapku menegurnya"
sepintas dia menggoreskan kukunya di dahan,tanda pelampiasannya kepadaku..
Malam menggantung di ujung cakrawala,bias hitam senada dengan siluet wajahmu diantara penumpang yang sarat pemahaman.Kerlip lampu di pusat perbelanjaan laksana lampu natal yang menggugah.Samar-samar wajah teduh itu menghipnotis bak "romy" dengan jurusnya
Tiba-tiba saja hatiku berkata "Dia orang yang tepat Ky..!!! lihat saja matanya yang teduh tu,
wajahnya yang sempurna itu.Kemudian melintas sederetan kecil pawai drumband mengelilingiku.Aku kini terduduk di singgasana menanti sang pujaan dengan Anggunnya.Tampak diujung Febri melepaskan Energi positifnya.
Kemudian lagu romantis mengiringi langkahnya menuju peraduannya.
Atap istanaku berubah jadi balok-balok kaca lebar dengan sarat antrian,bau keringat dengan parfum murahan kembali menyembur di hidungku, tak sadar ternyata Halte Harmoni tampak di depan,menghadangku dengan perlahan.
"Wah..capek nih berdiri ucapku basa-basi.
Dia hanya mengolokku dengan sebutan loyo..
hmm..bener2 loyo sih gumamku tak bersuara.Kami berjalan menyusuri jalanan ibukota yang ramai.Bias display menyongsong di sekitaran pelataran.Sesekali kupandangi wajahnya hingga terasa kakiku makin kuat berjalan,jujur wajahnya bak doping buatku malam itu.
Tak segan Febri meraih tanganku saat menyeberang lampu merah,dingin nya membuat hatiku seakan-akan sedang adegan slow motion di film2 ingin rasanya selama dia menggenggamnya.
Sampai besok juga gak apa-apa candaku dalam hati.
Sorot matanya kini membuatku tak bisa tidur,sesekali kumati jam yang mulai ubanan,
senyumnya seperti dipaksaan.
"sabar tuan gerigi,waktumu akan segera tiba ucapku kemudian melemparkan secuil roti dari tanganku,jarum penunjuk menit secepat kilat menyambarnya dan melahapnya tanpa ampun.Kemudian berkjalan tertatih kembali mengulang pekerjannya sejak tahun lalu.
Kurebahkan badanku diatas kasur empuk buatan jaman belanda,tiangnya masih se kokoh baja lama.
Entah kenapa wajahnya seperti bermain-main di sudut ruangan hatiku yang lama tidak pernah aku tempati.
Meski masih kotor ruangan itu enggan Febri tinggalkan.Kemudian kuraih sapu dan membersihkannya perlahan,tampak FEBRI membantuku menyiapkan Pel,Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya menggodaku.
Sisa-sisa Si...masih tertinggal sedikit,dan tak akan lama lagi akan hilang.Tanpa terasa aku kelelahan kemudian tertidur.Terlihat dia masih riang mengobo-obok isi hatiku seharian.
Tak ada lelahnya dia kembali menemuiku dia alam mimpi,dengan harum semerbak mawar dan anggrek bulan.Di tepian derasnya riak kecil taman dengan kolam ikannya,Febri tampak anggun mengenakan gaun malam bak Barbie yang mempesona.Mtaku tak lelah memandanginya dari balkon istana "Fairy"
Jemarinya melemparkan potongan remah roti untuk ikan berwarna-warni bernama koi.
Aku menyayikan lagu "Thank God I found you" sejenak wajahnya menegadah melihatku,bait-bait dan lirik lagu itu kemudian Febri lanjutkan dengan anggun.Laksana duet mewah Mariah carey dan bryan "98 degrees mengalunkannya.
Kemudian aku sudah berdiri tepat di belakangnya,kuraih tangannya mempersilahkan angin mengusap wajahnya ,mengiringnya melewati taman hati.Sejenak berhenti di hamparan bunga yang mengembang indah dan menebarkan wangi yang tak ada duanya.
Kupeluk pinggangnya kemudian mencium aroma rambutnya ,kuusap lembut dan mencoba menyelami romantisnya saat indah itu.Dia hanya menengadahkan pandangan menuju langit cerah,sinar matahari hangat menyapu wajahnya yang lugu dan sejurus kemudian memejamkan matanya yang teduh.
Pagi-pagi sekali aku terbangun dan mendapati istanaku bangkrut,tinggal satu rak meja usang denagn cat yang mengelupas.Beberapa detik kemudian kesadaranku kembali istanaku ternyata hanya mimpi.Aku bergegas menyalakan komputer menulis mimpiku seirama.Takut terlupa walau hanya sebait.
Febri...Karena mu aku kembali seperti terbangun di tengan malam,tanpa tersadar apa yang telah terjadi aku tiba-tiba saja merasa yakin kau adalah jawabannya.
Semoga saja perasaanku tidak seperti biasanya,suka dan hilang tanpa ada pemberitahuan.
Dikecewakan atau dikianati.
"There is too much love i want to share with you,there is an True love"
Prengky sahala tua sirait
Rabu, 06 Oktober 2010
OPPUNG TERCINTA..SELAMAT JALAN..!!!!
KEMATIAN ADALAH HAL HARAFIAH,KARENA MEMANG SETIAP MANUSIA HARUS MENINGGALKAN DUNIA INI BILA TIBA SAATNYA.NAMUN KEMATIAN DAPAT JUGA MENJADI SEBUAH AWAL YANG SANGAT MENETUKAN BAGI KEHIDUPAN KITA SELANJUTNYA.
Langganan:
Postingan (Atom)
