hahaha.....
pak guru seperti belatung..
tangan kirinya berbuntung-buntung.
hahahaha....
terlihat si juntung memalu patung.
berharap tak wajahnya yng timbul..
atau sedikit pipinya yang menyembul..
dari tatakan batu betutu..
he..he...he,,
tawaku menjadi kabut,tak menjadi semaput..
menggelepar melihat kuda bak putri..
hmm....
kini aku kembali diam..
aku terkebiri pelatuk
melihat ketiadaan rasa malu..
atau ketiadaan berbulu..
...........
hidup hanya seputar mati bernafas dan hidup..
atau bernafas hidup dan mati..
kadang-kadang fasenya berubah menjadi..
setengah nafas,setengah hidup dan setengah mati..
GORGA NI SIRAIT
bukan sekedar kata-kata
Rabu, 20 Oktober 2010
Selasa, 19 Oktober 2010
Senin, 18 Oktober 2010
triana febriari sibarani
Ahhkk inang ini..
melihat teduh wajahnya membuatku sejenak amnesia,sejenak meghilangkan pemahaman kalau bumi itu bulat,lonjong ,elips atau apalah kata ahli astronomi kebanyakan..
Teduh matanya hampir membiusku dan melenakan indra.
Kembali lagi aku merasakan hawa lagu "weslife" yang kebanyakan cengeng ,bahkan sesekali seperti
seperti kebakaran jenggot bila sms ku tak dibalas atau lama mengangkat telpon ku yang berbunyi riang.
Jatuh cinta,singkatnya begitu..
:-)
Aku masih ingat ketika berdua di Ragunan,pertama kali ketemu dan jalan berdua, Tak lepas-lepas aku memandangi bintik hitam kecil di sudut bibir bawahnya yang menggoda.Bibir tipisnya yang selebar pemandian,bahkan rambutnya melukiskan dahan-dahan.
Sesekali gajah sumatra tampak cemburu melihatku bersanding dengannya,
tiba-tiba saja gerimis diperintahkan langit mengganggu kami berdua,sepertinya sangkakala ikut iri di pendoponya.Hmm..aku hanya tersenyum kecut sambil nyengir pada langit,"dia pikir aku kesal apa...????"
gumamku mendelik..
Aku coba menggringnya menghindari tetsan kecil dari ujung pohon,sembari melihat sekeliling penjual payung.
Kandang monyet-monyet asli nusantara tak henti-hentinya memperdengarkan nada-nada sumbang tanda irinya mereka..
He..he..aku tertawa melihat seekor monyet ekor panjang menjulurkan lidahnya padaku..
"sorry kawan, malang nian nasib evolusimu ucapku menegurnya"
sepintas dia menggoreskan kukunya di dahan,tanda pelampiasannya kepadaku..
Malam menggantung di ujung cakrawala,bias hitam senada dengan siluet wajahmu diantara penumpang yang sarat pemahaman.Kerlip lampu di pusat perbelanjaan laksana lampu natal yang menggugah.Samar-samar wajah teduh itu menghipnotis bak "romy" dengan jurusnya
Tiba-tiba saja hatiku berkata "Dia orang yang tepat Ky..!!! lihat saja matanya yang teduh tu,
wajahnya yang sempurna itu.Kemudian melintas sederetan kecil pawai drumband mengelilingiku.Aku kini terduduk di singgasana menanti sang pujaan dengan Anggunnya.Tampak diujung Febri melepaskan Energi positifnya.
Kemudian lagu romantis mengiringi langkahnya menuju peraduannya.
Atap istanaku berubah jadi balok-balok kaca lebar dengan sarat antrian,bau keringat dengan parfum murahan kembali menyembur di hidungku, tak sadar ternyata Halte Harmoni tampak di depan,menghadangku dengan perlahan.
"Wah..capek nih berdiri ucapku basa-basi.
Dia hanya mengolokku dengan sebutan loyo..
hmm..bener2 loyo sih gumamku tak bersuara.Kami berjalan menyusuri jalanan ibukota yang ramai.Bias display menyongsong di sekitaran pelataran.Sesekali kupandangi wajahnya hingga terasa kakiku makin kuat berjalan,jujur wajahnya bak doping buatku malam itu.
Tak segan Febri meraih tanganku saat menyeberang lampu merah,dingin nya membuat hatiku seakan-akan sedang adegan slow motion di film2 ingin rasanya selama dia menggenggamnya.
Sampai besok juga gak apa-apa candaku dalam hati.
Sorot matanya kini membuatku tak bisa tidur,sesekali kumati jam yang mulai ubanan,
senyumnya seperti dipaksaan.
"sabar tuan gerigi,waktumu akan segera tiba ucapku kemudian melemparkan secuil roti dari tanganku,jarum penunjuk menit secepat kilat menyambarnya dan melahapnya tanpa ampun.Kemudian berkjalan tertatih kembali mengulang pekerjannya sejak tahun lalu.
Kurebahkan badanku diatas kasur empuk buatan jaman belanda,tiangnya masih se kokoh baja lama.
Entah kenapa wajahnya seperti bermain-main di sudut ruangan hatiku yang lama tidak pernah aku tempati.
Meski masih kotor ruangan itu enggan Febri tinggalkan.Kemudian kuraih sapu dan membersihkannya perlahan,tampak FEBRI membantuku menyiapkan Pel,Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya menggodaku.
Sisa-sisa Si...masih tertinggal sedikit,dan tak akan lama lagi akan hilang.Tanpa terasa aku kelelahan kemudian tertidur.Terlihat dia masih riang mengobo-obok isi hatiku seharian.
Tak ada lelahnya dia kembali menemuiku dia alam mimpi,dengan harum semerbak mawar dan anggrek bulan.Di tepian derasnya riak kecil taman dengan kolam ikannya,Febri tampak anggun mengenakan gaun malam bak Barbie yang mempesona.Mtaku tak lelah memandanginya dari balkon istana "Fairy"
Jemarinya melemparkan potongan remah roti untuk ikan berwarna-warni bernama koi.
Aku menyayikan lagu "Thank God I found you" sejenak wajahnya menegadah melihatku,bait-bait dan lirik lagu itu kemudian Febri lanjutkan dengan anggun.Laksana duet mewah Mariah carey dan bryan "98 degrees mengalunkannya.
Kemudian aku sudah berdiri tepat di belakangnya,kuraih tangannya mempersilahkan angin mengusap wajahnya ,mengiringnya melewati taman hati.Sejenak berhenti di hamparan bunga yang mengembang indah dan menebarkan wangi yang tak ada duanya.
Kupeluk pinggangnya kemudian mencium aroma rambutnya ,kuusap lembut dan mencoba menyelami romantisnya saat indah itu.Dia hanya menengadahkan pandangan menuju langit cerah,sinar matahari hangat menyapu wajahnya yang lugu dan sejurus kemudian memejamkan matanya yang teduh.
Pagi-pagi sekali aku terbangun dan mendapati istanaku bangkrut,tinggal satu rak meja usang denagn cat yang mengelupas.Beberapa detik kemudian kesadaranku kembali istanaku ternyata hanya mimpi.Aku bergegas menyalakan komputer menulis mimpiku seirama.Takut terlupa walau hanya sebait.
Febri...Karena mu aku kembali seperti terbangun di tengan malam,tanpa tersadar apa yang telah terjadi aku tiba-tiba saja merasa yakin kau adalah jawabannya.
Semoga saja perasaanku tidak seperti biasanya,suka dan hilang tanpa ada pemberitahuan.
Dikecewakan atau dikianati.
"There is too much love i want to share with you,there is an True love"
Prengky sahala tua sirait
melihat teduh wajahnya membuatku sejenak amnesia,sejenak meghilangkan pemahaman kalau bumi itu bulat,lonjong ,elips atau apalah kata ahli astronomi kebanyakan..
Teduh matanya hampir membiusku dan melenakan indra.
Kembali lagi aku merasakan hawa lagu "weslife" yang kebanyakan cengeng ,bahkan sesekali seperti
seperti kebakaran jenggot bila sms ku tak dibalas atau lama mengangkat telpon ku yang berbunyi riang.
Jatuh cinta,singkatnya begitu..
:-)
Aku masih ingat ketika berdua di Ragunan,pertama kali ketemu dan jalan berdua, Tak lepas-lepas aku memandangi bintik hitam kecil di sudut bibir bawahnya yang menggoda.Bibir tipisnya yang selebar pemandian,bahkan rambutnya melukiskan dahan-dahan.
Sesekali gajah sumatra tampak cemburu melihatku bersanding dengannya,
tiba-tiba saja gerimis diperintahkan langit mengganggu kami berdua,sepertinya sangkakala ikut iri di pendoponya.Hmm..aku hanya tersenyum kecut sambil nyengir pada langit,"dia pikir aku kesal apa...????"
gumamku mendelik..
Aku coba menggringnya menghindari tetsan kecil dari ujung pohon,sembari melihat sekeliling penjual payung.
Kandang monyet-monyet asli nusantara tak henti-hentinya memperdengarkan nada-nada sumbang tanda irinya mereka..
He..he..aku tertawa melihat seekor monyet ekor panjang menjulurkan lidahnya padaku..
"sorry kawan, malang nian nasib evolusimu ucapku menegurnya"
sepintas dia menggoreskan kukunya di dahan,tanda pelampiasannya kepadaku..
Malam menggantung di ujung cakrawala,bias hitam senada dengan siluet wajahmu diantara penumpang yang sarat pemahaman.Kerlip lampu di pusat perbelanjaan laksana lampu natal yang menggugah.Samar-samar wajah teduh itu menghipnotis bak "romy" dengan jurusnya
Tiba-tiba saja hatiku berkata "Dia orang yang tepat Ky..!!! lihat saja matanya yang teduh tu,
wajahnya yang sempurna itu.Kemudian melintas sederetan kecil pawai drumband mengelilingiku.Aku kini terduduk di singgasana menanti sang pujaan dengan Anggunnya.Tampak diujung Febri melepaskan Energi positifnya.
Kemudian lagu romantis mengiringi langkahnya menuju peraduannya.
Atap istanaku berubah jadi balok-balok kaca lebar dengan sarat antrian,bau keringat dengan parfum murahan kembali menyembur di hidungku, tak sadar ternyata Halte Harmoni tampak di depan,menghadangku dengan perlahan.
"Wah..capek nih berdiri ucapku basa-basi.
Dia hanya mengolokku dengan sebutan loyo..
hmm..bener2 loyo sih gumamku tak bersuara.Kami berjalan menyusuri jalanan ibukota yang ramai.Bias display menyongsong di sekitaran pelataran.Sesekali kupandangi wajahnya hingga terasa kakiku makin kuat berjalan,jujur wajahnya bak doping buatku malam itu.
Tak segan Febri meraih tanganku saat menyeberang lampu merah,dingin nya membuat hatiku seakan-akan sedang adegan slow motion di film2 ingin rasanya selama dia menggenggamnya.
Sampai besok juga gak apa-apa candaku dalam hati.
Sorot matanya kini membuatku tak bisa tidur,sesekali kumati jam yang mulai ubanan,
senyumnya seperti dipaksaan.
"sabar tuan gerigi,waktumu akan segera tiba ucapku kemudian melemparkan secuil roti dari tanganku,jarum penunjuk menit secepat kilat menyambarnya dan melahapnya tanpa ampun.Kemudian berkjalan tertatih kembali mengulang pekerjannya sejak tahun lalu.
Kurebahkan badanku diatas kasur empuk buatan jaman belanda,tiangnya masih se kokoh baja lama.
Entah kenapa wajahnya seperti bermain-main di sudut ruangan hatiku yang lama tidak pernah aku tempati.
Meski masih kotor ruangan itu enggan Febri tinggalkan.Kemudian kuraih sapu dan membersihkannya perlahan,tampak FEBRI membantuku menyiapkan Pel,Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya menggodaku.
Sisa-sisa Si...masih tertinggal sedikit,dan tak akan lama lagi akan hilang.Tanpa terasa aku kelelahan kemudian tertidur.Terlihat dia masih riang mengobo-obok isi hatiku seharian.
Tak ada lelahnya dia kembali menemuiku dia alam mimpi,dengan harum semerbak mawar dan anggrek bulan.Di tepian derasnya riak kecil taman dengan kolam ikannya,Febri tampak anggun mengenakan gaun malam bak Barbie yang mempesona.Mtaku tak lelah memandanginya dari balkon istana "Fairy"
Jemarinya melemparkan potongan remah roti untuk ikan berwarna-warni bernama koi.
Aku menyayikan lagu "Thank God I found you" sejenak wajahnya menegadah melihatku,bait-bait dan lirik lagu itu kemudian Febri lanjutkan dengan anggun.Laksana duet mewah Mariah carey dan bryan "98 degrees mengalunkannya.
Kemudian aku sudah berdiri tepat di belakangnya,kuraih tangannya mempersilahkan angin mengusap wajahnya ,mengiringnya melewati taman hati.Sejenak berhenti di hamparan bunga yang mengembang indah dan menebarkan wangi yang tak ada duanya.
Kupeluk pinggangnya kemudian mencium aroma rambutnya ,kuusap lembut dan mencoba menyelami romantisnya saat indah itu.Dia hanya menengadahkan pandangan menuju langit cerah,sinar matahari hangat menyapu wajahnya yang lugu dan sejurus kemudian memejamkan matanya yang teduh.
Pagi-pagi sekali aku terbangun dan mendapati istanaku bangkrut,tinggal satu rak meja usang denagn cat yang mengelupas.Beberapa detik kemudian kesadaranku kembali istanaku ternyata hanya mimpi.Aku bergegas menyalakan komputer menulis mimpiku seirama.Takut terlupa walau hanya sebait.
Febri...Karena mu aku kembali seperti terbangun di tengan malam,tanpa tersadar apa yang telah terjadi aku tiba-tiba saja merasa yakin kau adalah jawabannya.
Semoga saja perasaanku tidak seperti biasanya,suka dan hilang tanpa ada pemberitahuan.
Dikecewakan atau dikianati.
"There is too much love i want to share with you,there is an True love"
Prengky sahala tua sirait
Rabu, 06 Oktober 2010
OPPUNG TERCINTA..SELAMAT JALAN..!!!!
KEMATIAN ADALAH HAL HARAFIAH,KARENA MEMANG SETIAP MANUSIA HARUS MENINGGALKAN DUNIA INI BILA TIBA SAATNYA.NAMUN KEMATIAN DAPAT JUGA MENJADI SEBUAH AWAL YANG SANGAT MENETUKAN BAGI KEHIDUPAN KITA SELANJUTNYA.
Minggu, 26 September 2010
Anak Rantau
+++++++++
Entah kenapa malam minggu ini terasa sesak,pelaranku dari kos hanya berputar-putar di bilangan tanjung priok yang kumuh.
arak-arakan pekerja mulai habis di sekitar jalanan sukapura yang sempit.Masih menunggu teman muncul dari balik hiruk-pikuk ,kunyalakan rokok mild kesukan ku sembari sesekali memperhatikan sosoknya diantara lalu-lalang.Lama sudah tidak berjumpa,setelah kalender di kos menggumpal minta ditukar,stelah itulah kawan lama ini tampak.Bukan karena jarak yang terlalu jauh,namun karena rutinitas sebagai perantau membangun "barrier" yang sungguh tak masuk akal.
Tanpa sepengetahuanku kini dia berdiri persis disamping ku,diam sejenak dan mulai memperhatikanku seksama,paras itu tampak berbeda.Hanya sebaris bekas luka sewaktu SMK yang dapat membuatnya nyata.Pelipis sahabatku ini tergores sabit ku ketika kerja taman di jumat pag yang mendung.Darah mengalir deras dari pelipisnya yang lebar khas pelipis TB. Silalahi..
"Horas laeku..lama tak jumpa ucapnya sembari menyodorkan tangan kemudian memelukku.
dendan lam sepertinya sudah terlupa,entah kenapa memang sejak peristiwa kerja taman itu aku dan dia seperti ada batas yang memisah meskipun tidak ada konflik yang terjadi.
"Horas juga lae..ucapku terbata-bata.asap mild ini ternyata terkejut di kerongkonganku melihat keramahan laeku yang satu ini..
...........
tak lebih sejam kemudian,
Tuak do di au,marcampur kamput i...(minumanku tuak sama kamput..)
lissoi..lissoi
laeku ini sudah larut dengan kegemarannya..
Entah salahku atau dia,tanpa dikomando langkah kami tertuju ke perlimaan semper..
duduk di sudut dengan botol-botol bir hitam dan putih plus..
anggur merah..
laeku ini hanya tepekur sejurus kemudian kepalaku pusing ucapnya padaku..
aku tergeleng-geleng melihat keadannya ..
entah sudah botol keberapa..
atau jangan-jangan lusinan yang keberapa..
Yang kuingat hanya..lae ini berkata
"Besok kita gereja ya lae.."!!!!!
Entah kenapa malam minggu ini terasa sesak,pelaranku dari kos hanya berputar-putar di bilangan tanjung priok yang kumuh.
arak-arakan pekerja mulai habis di sekitar jalanan sukapura yang sempit.Masih menunggu teman muncul dari balik hiruk-pikuk ,kunyalakan rokok mild kesukan ku sembari sesekali memperhatikan sosoknya diantara lalu-lalang.Lama sudah tidak berjumpa,setelah kalender di kos menggumpal minta ditukar,stelah itulah kawan lama ini tampak.Bukan karena jarak yang terlalu jauh,namun karena rutinitas sebagai perantau membangun "barrier" yang sungguh tak masuk akal.
Tanpa sepengetahuanku kini dia berdiri persis disamping ku,diam sejenak dan mulai memperhatikanku seksama,paras itu tampak berbeda.Hanya sebaris bekas luka sewaktu SMK yang dapat membuatnya nyata.Pelipis sahabatku ini tergores sabit ku ketika kerja taman di jumat pag yang mendung.Darah mengalir deras dari pelipisnya yang lebar khas pelipis TB. Silalahi..
"Horas laeku..lama tak jumpa ucapnya sembari menyodorkan tangan kemudian memelukku.
dendan lam sepertinya sudah terlupa,entah kenapa memang sejak peristiwa kerja taman itu aku dan dia seperti ada batas yang memisah meskipun tidak ada konflik yang terjadi.
"Horas juga lae..ucapku terbata-bata.asap mild ini ternyata terkejut di kerongkonganku melihat keramahan laeku yang satu ini..
...........
tak lebih sejam kemudian,
Tuak do di au,marcampur kamput i...(minumanku tuak sama kamput..)
lissoi..lissoi
laeku ini sudah larut dengan kegemarannya..
Entah salahku atau dia,tanpa dikomando langkah kami tertuju ke perlimaan semper..
duduk di sudut dengan botol-botol bir hitam dan putih plus..
anggur merah..
laeku ini hanya tepekur sejurus kemudian kepalaku pusing ucapnya padaku..
aku tergeleng-geleng melihat keadannya ..
entah sudah botol keberapa..
atau jangan-jangan lusinan yang keberapa..
Yang kuingat hanya..lae ini berkata
"Besok kita gereja ya lae.."!!!!!
Minggu, 25 Juli 2010
"klimaks tanpa orgasme"
Malam itu,kupacu dia di jalanan jakarta yang mulai sepi.Jam di tangan menunjukkan pukul 3 dinihari.Kepala sedikit pusing pengaruh campuran bir hitam plus bir putih.
"Lae..bisa setengah jam gak dari UKI ini ke Priok..?Tanya lae si Hutagaol padaku
"Jangankan setengah jam,10 menit bisa ucapku sombong. Si lae hanya terdiam sedikit kurang percaya.Kugenjot kick starter ku senagat meskipun kadang-kadang kepalaku sangat berat dan juga berkunang-kunang.Desir angin subuh menusuk hingga tulang sumsum.Aku cuma tertawa melihat lae hutajulu menggigil sebelum naik ke sadel motor bututku."Pake seatbelt lae ucapku sempoyongan.Terlihat dia mulai curiga padaku.
"Brommm..brommm..kutarik gasnya memekakkan telinga.
si hutagaol hanya terdiam padaku.Maklum sejak dari tadi dia hanya menggeleng kepala melihatku menenggak sebotol..dua botol..bahkan botol kelima aku masih fit dan memang aku akui kalau belum penuh setengah lusin kesadaranku belum goyah.
setelah pamit dengan lae-lae penguasa UKI aku langsung tancap gas menuju kos an lae hutajulu dengan harapan petugas portal masih ada dan membukakan portal kepada kami.
Spedometer mulai merangkak naik dari bilangan 20,40,60,80, lae si hutajulu mulai memelukku mesra karena takut terjungkal.Wajahku di terpa angin malam begitu keras.Si hutagaol mengekor di belakang kewalahan mengikuti gerak ku yang kadang tak beraturan.
Tiba-tiba saja aku seperti merasa pongah..kutarik gas sampai batas kemampuanku.Kupejamkan mata menikmati liukan jalanan yang seksi dan menggairahkan.Jarang-jarang aku bisa berkendara se lengang ini pikirku.Teriakan lae hutajulu tidak kuhiraukan di bel;akangku.Berkali-kali aku membuka mata hanya sesaat.Spedometer seperti kehilangan bilangan di hadapanku.Rodanya berputar seperti mengocok isi di dadaku.
Hampir saja jalanan lurus itu menelan bulat-bulat aku dan keserakahanku menunggang kuda besi liar ini.Terasa hangat mulai memenuhi isi celanaku di belakang.Semakin lama hangat itu mengendap dalam kalbu dan memberikan kesan romantis seketika seperti teringat pacar waktu kubonceng di belakang.Tangannya tak lepas dari sekitar pangkal pahaku.Kubiarkan dia berbuat semaunya bahkan lebih nakal.Msih kuresapi lembut hangat gejolak itu sekian detik.Hayalanku tersadar ketika si hutajulu mulai menepuk pundakku dengan segenap tenaga."Lae..Lae..aku turun aja disini teriaknya.
Kemudian aku tersadar ketika dia mengucapkan"Aku ngompol lae...!!!!
Hahhh...mataku terbelalak menoleh ke belakang.Refleks kutekan rem dalam-dalam.Lae hutagaol ngacir karena tidak sadar aku rem mendadak.
Aku melompat dari atas sadel motor...
Aku terbahak-bahak melihat wajah lae hutajulu yang pucat...
Kupegang celanaku di belakang..
Kembali lagi aku tertawa kesetanan...
Lae hutagaol hanya terheran-heran melihatku bak menonton OVJ dan kehabisan bahan lelucon yang bisa buat ketawa.
Si hutagaol langsung memegangi perutnya melihatku menunjuk selangkangan si hutajulu..
Aku kira aku sedang orgasme di kisaran 120 km/jam ternyata hanya orgasme by something weird..
wkwkwkwkwkkwk
kejadian 2 hari lalu masih seperti barusan terjadi.Maklum bau ompol sihutajulu masih tak mau hilang dari penciumanku..
"Lae..bisa setengah jam gak dari UKI ini ke Priok..?Tanya lae si Hutagaol padaku
"Jangankan setengah jam,10 menit bisa ucapku sombong. Si lae hanya terdiam sedikit kurang percaya.Kugenjot kick starter ku senagat meskipun kadang-kadang kepalaku sangat berat dan juga berkunang-kunang.Desir angin subuh menusuk hingga tulang sumsum.Aku cuma tertawa melihat lae hutajulu menggigil sebelum naik ke sadel motor bututku."Pake seatbelt lae ucapku sempoyongan.Terlihat dia mulai curiga padaku.
"Brommm..brommm..kutarik gasnya memekakkan telinga.
si hutagaol hanya terdiam padaku.Maklum sejak dari tadi dia hanya menggeleng kepala melihatku menenggak sebotol..dua botol..bahkan botol kelima aku masih fit dan memang aku akui kalau belum penuh setengah lusin kesadaranku belum goyah.
setelah pamit dengan lae-lae penguasa UKI aku langsung tancap gas menuju kos an lae hutajulu dengan harapan petugas portal masih ada dan membukakan portal kepada kami.
Spedometer mulai merangkak naik dari bilangan 20,40,60,80, lae si hutajulu mulai memelukku mesra karena takut terjungkal.Wajahku di terpa angin malam begitu keras.Si hutagaol mengekor di belakang kewalahan mengikuti gerak ku yang kadang tak beraturan.
Tiba-tiba saja aku seperti merasa pongah..kutarik gas sampai batas kemampuanku.Kupejamkan mata menikmati liukan jalanan yang seksi dan menggairahkan.Jarang-jarang aku bisa berkendara se lengang ini pikirku.Teriakan lae hutajulu tidak kuhiraukan di bel;akangku.Berkali-kali aku membuka mata hanya sesaat.Spedometer seperti kehilangan bilangan di hadapanku.Rodanya berputar seperti mengocok isi di dadaku.
Hampir saja jalanan lurus itu menelan bulat-bulat aku dan keserakahanku menunggang kuda besi liar ini.Terasa hangat mulai memenuhi isi celanaku di belakang.Semakin lama hangat itu mengendap dalam kalbu dan memberikan kesan romantis seketika seperti teringat pacar waktu kubonceng di belakang.Tangannya tak lepas dari sekitar pangkal pahaku.Kubiarkan dia berbuat semaunya bahkan lebih nakal.Msih kuresapi lembut hangat gejolak itu sekian detik.Hayalanku tersadar ketika si hutajulu mulai menepuk pundakku dengan segenap tenaga."Lae..Lae..aku turun aja disini teriaknya.
Kemudian aku tersadar ketika dia mengucapkan"Aku ngompol lae...!!!!
Hahhh...mataku terbelalak menoleh ke belakang.Refleks kutekan rem dalam-dalam.Lae hutagaol ngacir karena tidak sadar aku rem mendadak.
Aku melompat dari atas sadel motor...
Aku terbahak-bahak melihat wajah lae hutajulu yang pucat...
Kupegang celanaku di belakang..
Kembali lagi aku tertawa kesetanan...
Lae hutagaol hanya terheran-heran melihatku bak menonton OVJ dan kehabisan bahan lelucon yang bisa buat ketawa.
Si hutagaol langsung memegangi perutnya melihatku menunjuk selangkangan si hutajulu..
Aku kira aku sedang orgasme di kisaran 120 km/jam ternyata hanya orgasme by something weird..
wkwkwkwkwkkwk
kejadian 2 hari lalu masih seperti barusan terjadi.Maklum bau ompol sihutajulu masih tak mau hilang dari penciumanku..
Langganan:
Postingan (Atom)
