Minggu, 25 Juli 2010

"klimaks tanpa orgasme"

Malam itu,kupacu dia di jalanan jakarta yang mulai sepi.Jam di tangan menunjukkan pukul 3 dinihari.Kepala sedikit pusing pengaruh campuran bir hitam plus bir putih.
"Lae..bisa setengah jam gak dari UKI ini ke Priok..?Tanya lae si Hutagaol padaku
"Jangankan setengah jam,10 menit bisa ucapku sombong. Si lae hanya terdiam sedikit kurang percaya.Kugenjot kick starter ku senagat meskipun kadang-kadang kepalaku sangat berat dan juga berkunang-kunang.Desir angin subuh menusuk hingga tulang sumsum.Aku cuma tertawa melihat lae hutajulu menggigil sebelum naik ke sadel motor bututku."Pake seatbelt lae ucapku sempoyongan.Terlihat dia mulai curiga padaku.
"Brommm..brommm..kutarik gasnya memekakkan telinga.
si hutagaol hanya terdiam padaku.Maklum sejak dari tadi dia hanya menggeleng kepala melihatku menenggak sebotol..dua botol..bahkan botol kelima aku masih fit dan memang aku akui kalau belum penuh setengah lusin kesadaranku belum goyah.
setelah pamit dengan lae-lae penguasa UKI aku langsung tancap gas menuju kos an lae hutajulu dengan harapan petugas portal masih ada dan membukakan portal kepada kami.

Spedometer mulai merangkak naik dari bilangan 20,40,60,80, lae si hutajulu mulai memelukku mesra karena takut terjungkal.Wajahku di terpa angin malam begitu keras.Si hutagaol mengekor di belakang kewalahan mengikuti gerak ku yang kadang tak beraturan.

Tiba-tiba saja aku seperti merasa pongah..kutarik gas sampai batas kemampuanku.Kupejamkan mata menikmati liukan jalanan yang seksi dan menggairahkan.Jarang-jarang aku bisa berkendara se lengang ini pikirku.Teriakan lae hutajulu tidak kuhiraukan di bel;akangku.Berkali-kali aku membuka mata hanya sesaat.Spedometer seperti kehilangan bilangan di hadapanku.Rodanya berputar seperti mengocok isi di dadaku.
Hampir saja jalanan lurus itu menelan bulat-bulat aku dan keserakahanku menunggang kuda besi liar ini.Terasa hangat mulai memenuhi isi celanaku di belakang.Semakin lama hangat itu mengendap dalam kalbu dan memberikan kesan romantis seketika seperti teringat pacar waktu kubonceng di belakang.Tangannya tak lepas dari sekitar pangkal pahaku.Kubiarkan dia berbuat semaunya bahkan lebih nakal.Msih kuresapi lembut hangat gejolak itu sekian detik.Hayalanku tersadar ketika si hutajulu mulai menepuk pundakku dengan segenap tenaga."Lae..Lae..aku turun aja disini teriaknya.
Kemudian aku tersadar ketika dia mengucapkan"Aku ngompol lae...!!!!
Hahhh...mataku terbelalak menoleh ke belakang.Refleks kutekan rem dalam-dalam.Lae hutagaol ngacir karena tidak sadar aku rem mendadak.
Aku melompat dari atas sadel motor...
Aku terbahak-bahak melihat wajah lae hutajulu yang pucat...
Kupegang celanaku di belakang..
Kembali lagi aku tertawa kesetanan...
Lae hutagaol hanya terheran-heran melihatku bak menonton OVJ dan kehabisan bahan lelucon yang bisa buat ketawa.

Si hutagaol langsung memegangi perutnya melihatku menunjuk selangkangan si hutajulu..

Aku kira aku sedang orgasme di kisaran 120 km/jam ternyata hanya orgasme by something weird..


wkwkwkwkwkkwk
kejadian 2 hari lalu masih seperti barusan terjadi.Maklum bau ompol sihutajulu masih tak mau hilang dari penciumanku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar