Minggu, 20 Juni 2010

AWAN TAK SEPENUHNYA PUTIH

Peri kecil berlalri mengelilingi taman bunga di istana awan.Hari penobatannya menjadi peri suci akan segera di laksanakan.Hatinya riang gembira.
Tiba-tiba Raja awan memanggilnya.Suatu pagi di penghujung malam.Ketika embun masih mengendap.
 "Hai peri kecil yang lucu..!"Apakah kamu sudah siap untuk penobatanmu?
 "Ya paduka Raja yang Agung.Aku sudah siap sekali.Aku tidak sabar menunggu besok.
 "ya..ya..ya..!Aku senang mendengarnya.Tetapi hari ini aku akan memberikan satu amanat lagi untuk mu peri kecil.Apa kamu tidak keberatan?
 "Saya terima paduka Raja,dengan senang hati.ucap peri kecil
 "Baiklah..!"Kamu akan aku utus ke bumi,dimana setiap orang tidak lagi mempunyai cinta dan kasih sayang yang tulus tanpa pamrih.Begitu pula dengan jiwa mereka yang semakin hancur.Cinta bagi mereka layaknya permainan.Aku mengutus engkau untuk menyadarkan mereka.Agar mereka sadar bahwa setiap manusia haruslah saling mengasihi dan menyayangi.Sebagai balasan,aku akan mencerahkan awan di langit yang berarak setiap kali engkau menyadarkan mereka.Apa kamu sanggup melakukannya sebelum hari pelantikanmu besok malam?
 "ya.yang mulia saya sanggup melakukannya.!"
                            ***********************************************
Matahari membubung tinggi.Peri kecil sampai di bumi.Tiba-tiba peri kecil sudah berada di persimpangan jalan raya,di antara orang -orang yang hilir mudik menuju tempat mereka bekerja.Anak-anak sekolah yang menuju sekolahnya masing-masing.Bukk....Tiba-tiba ia terjatuh,seseorang menabraknya dari belakang.Tetapi dia heran orang itu hanya melenggang tanpa menolongnya.Dia baru sadar ketika dia menjentikkan jarinya di depan wajah seorang wanita dan tidak ada respon darinya,Aku tidak terlihat gumamnya.Dia kepakkan sayap kecilnya menuju angkasa ,tongktnya bercahaya lembut memecah awan.Dia mencari setiap orang yang berkerumun,mencari pendaran cahaya biru yang memendaryang terang.Tak satu pun dia temukan,yang ada hanyalah merah,kuning keemasan hingga berwarna kuning telur yang kadang-kadang meredup dan sebentar-sebentar bercahaya lagi.Dia sedih melihat keadaan itu.Dia kemudian terbang menuju tempat lain,mencari seseorang dengan pendar biru,di rumah sakit,di tempat peribadatan,di desa terpenciSatu pun tidak dia temukan.Sudah tiga tahun sejak hari pengutusannya dia mencari.
di langit,Raja awan mengamati peri kecil dalam sedih hatinya.Tanpa sadar peri kecil menitikkan air mata.Raja terlarut dalam dalam pengamatannya terhadap peri kecil.Awan pagi masih kelabu.Satu pun belum terputihkan.
                            *************************************************
Suatu pagi di riuhnya hilir mudik manusia untuk melakikan aktifitasnya,Peri kecil memutuskan untuk memasuki jiwa seorang wanita dengan pendaran cahaya merah menyala.Wanita itu terliputi banyak masalah.Suaminya main serong dengan wanita lain.Keluarganya di ambang kehancuran oleh pergaulan bebas suaminya.Pekerjaan yang membuatnya frustasi dan anak-anak yang semakin hari semakin tak terkendali.Perlahan-lahan peri kecil melukiskan senyum di bibirnya,Hingga siapapun yang melihatnya pasti membalas senyuman tulus itu.Wanita itu heran ketika ketika menyadari begitu banyak yang memberikan senyuman kepadanya.Orang-orang memberikan pelukan hangat ketika ia sampai di kantornya.Kejadian itu membuatnya merasa damai dan tenang.
Dia jalani aktifitasnya dengan melupakan sejenak kesedihannya,setiap detik waktu memberikan pencerahan bagi mata batinnya.Tentu saja berkat peri kecil yang mengubahkan mimik wajahnya dan memberikan sedikit polesan mistik di gerak wajahnya.
Sesampainya di rumah,sang suami memeluknya dan meminta maaf dengan tulus,sang peri kecil juga menghinggapi hati sang suami,kisah-kisah manis dengan sang istri dia kelebatkan di pelupuk sang suami.Air mata ketulusan menetes di pipi sang suami dan menyadari kesalahannya.Sang istri menerimanya dengan tulus.
Anak-anaknya menghambur ke pelukannya dan meminta maaf atas kelakuannya selama ini,peri kecil memandangi dai langit-langit ruangan dan tersenyum kecil melihat yang terjadi.
Janji Raja awan membutyarkan hayalannya,peri kecil mencari awan putih sebagai balas jasanya di muka bumi,tetapi dia tidak menemukan yang berbeda.Langit tetap aja mendung dan menghitam.Dengan kecewa dia menunduk dan tepekur,tetapi episode tadi membuatnya bersemangat dan berpikir.Apalah artinya hadiah jika kita bisa membelinya?Bukankah setiap kasih harus tanpa balas budi?
Dia bergegas mencari tiap hati manusia,mencerahkan dan memberinya penghiburan.Peri kecil terlupa akan hari penobatannya.Dia terbang memenuhi hati manusia.
Raja awan tiada lain adalah sang pencipta tersenyum melihat perbuatan peri kecil.Sebab dia senang karena hari penobatan sang peri kecil sudah di mulai sejak dia turun ke bumi dan menebarkan cinta kasih.
"awan tidak sepenuhnya putih,sesbab mendung membuatnya hitam,sebab tidak ada hujan diantara awan-awan putih.Dan genaplah misteri alam tentang simfony esok pagi.Peri kecil ttap berjalan mencari hati yang ingin di putihkan,menjaganya tetap abadi dan sennatiasa menebar kasih.Sampai Dia-mengambilnya kembali.

***********suatu sore di halte bus,aku tergugah menulis ini*********prengky sahala tua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar