Larut kembali dalam perenunganku,menyelami tiap momen dengan dirimu,saat indah yang kemarin seakan hilang pagi ini.Kata-kata mu menghujam tulusnya sayang ku padamu,memberikan sejuta prasangka yang hendak atau belum terjadi.Bahkan kemurunganku membuncah memenuhi isi kepalaku yang telah penuh dengan pertanyaan “mau jadi apa aku di esok hari”.Perlahan tapi pasti suatu saat pasti akan terjadi yang kutakutkan,kamu pergi dan aku tetap sebagai pecundang lagi.Hanya bias mnghibur diri dengan tombol-tombol huruf yang meyakinkanku untuk tetap berdiri dan mencoba mencari cinta sejati.
Tawa mu yang renyah hanya sanggup ku bayangkan kala aku lagi sendiri.Sendiri meretas jalan malam yang membisu.hanya kelopak bunga yang mengembangkan senyumnya untuk pengobat hati.Aku mencintaimu bukan hanya hari ini,kemarin atau dua hari ke depan.Bukan hanya sekedar mengisi kekosongan yang berangsur menjadi-jadi dan tak tahu untuk menghadapi.Bukan main-main jika aku dipanggil pecinta sejati yang kadang kala membiarkan dirinya terbodohi dengan memaksakan cinta yang ada dalam dirinya.Memaksakan untuk diberi perhatian lebih di tiap aksinya.
Aku hanya butuh kamu yang dulu,yang tak pernah jenuh membuatku merasa diperlukan dan ingin memenuhi segala yang kamu mau dan ingini.Tidak terlalu berlebihan jika dibandingkan dengan pelangi yang di abadikan dalam frame fhoto.Sunset yang mengharu biru entah pertanda alam apa yang dia guratkan bagi yang melihatnya.akhhh…Tolonglah sang pelipur,aku hanya ingin member sedikit sedih ku atau secuil kebahagian ku berbagi denganmu.Itu berarti aku pernah mengikat janji dengan mu.
Aku hanya ingin aku ada dalam sepersekian detik tarikan nafasmu,walau hanya sekedar melintas.Bagiku itu lebih dari cukup.Lebih dari cukup untuk membakar kalori ku di pagi hari sebelum berangkat mencari sesuap nasi.Ohhh…alangkah indahnya jika aku bias meyakinkan mu bahwa aku adalah lelaki yang pantas untuk selimuti hatimu dari kegundahan.Remah-remah yang menguatkan akan ku sediakan untuk kelangsungan cinta kita.Kita nikmati dengan mengucap syukur tanpa berlebih sebab esok pasti akan datang lagi.
Andai kau tak pernah hadir adinda…tak malang tiap hariku merenungi nasibku.Merenungi kapan aku merengkuh kebahagiaan memilikimu.Tak perlu menunggu siang untuk ucapkan “met mkan siang sayangku” ditutup dengan bait kata I love you.Tetapi akan ku singsingkan lengan baju ku untuk mengatakannya setiap detik ke dalam relung hatimu.Memujamu dengan keterbatasanku,tentu saja menakarnya dengan keterbatasanmu juga.Andai itu terjadi,aku pasti lebih bahagia dari kemarin.Atau dari tahun lalu ketika aku mulai terhibur.Terhibur dengan ketidak berdayaanku melawan nasib,dan aku inisiatif menaati jalannya yang telah terukir,takkan mudah mengubahnya hanya dengan cangkul kecil yang tak tajam dan bergigi.
Sedikit demi sedikit kemurunganku terkuras pahitnya hidup.Tentang hari esok yang belum pasti Atau hari tuaku yang disibukkan dengan terjelaga di padang perkulakan,bukan di emperan teras sembari memandang taman ayodya.Menanti datangnya senyum kecil cucu ku yang tak malang lagi karena telah kuberi dana mencari api untuk dandangnya yang mengepul.Lari kecilnya membuat usia tuaku mengerucut dan seakan ingin hidup melihatnya bertemu kekasih hati.
Sampai juga perenunganku dengan rumah masa depan,rumah tempatku memadu hidup dengan sejuta lika-liku nya.Hamparan rerumputan di selingi bunga mawar dan anggrek bulan yang menebarkan aroma ketentraman.Kolam kecil yang menyiksa kebebasan hewan laut tapi menyejukkan sang pengumpul di sudut taman yang asri dan menyegarkan mata.Deretan bata merah mengikuti alur dasamuka,memberikan tuntunan bagi filosofinya.Desauan angin kaki bukit menyerupai wujudnya yang rindang dan berseri.Kunamai itu dengan “Taman cinta” tempat tuaku memelukmu dan berharap pamit bersama meninggalkan dunia.
Adinda yang ingin menjadi milikku,itu semua hanya janji yang harus kita tepati bila engkau mau sehidup semati.Dengan doa dan sedikit keringat pasti itu akan ter tepati.Tinggal mensyukuri dan tak meninggikan hati.
Namun,aku kembali pada realita kehidupan..!!! Tak ada yang seperti itu mungkin,tidak juga orang kaya raya dan termashyur.setiap individu punya kesalahan kekal dan takkan bias dirubah di kala senggang.Yang ada hnya tidak mengulangi jatuh di lobang yang sama sekalipun mereka tidak berani menutup sendiri halangannya.Arti cinta sejati mungkin hanya akan di mengerti seiring waktu yang mengalir mencari perhentiannya.Air mata menggenang ketika mngantar seseorang yang sangat kita sayang kembali ke haribaannya .Kala kita tidak bisa menuntun nya memberikan arah yang kita yakini benar adanya dan memnag itulah pastinya.Setiap episode cinta terbumbui dengan kasih dan penghianatan,tetapi tulusnya perhatiaan meninggalkan semua kemunafikan akan hambarnya rasa sayang yang hilang.
Aku pernah bertemu dengan wanita yang sangat malang,meniti harinya hanya dengan perasaan bersalah yang memerihkan sumsum tulang.Tawanya ia ikhlaskan merawat anaknya yang ditinggalkan suaminya,bukan hanya satu tapi empat dan semuanya butuh kasih sayang dan perhatian dari ayah yang tersalurkan melalui ibu dan juga sebaliknya.Tetapi di dalam lubuk hatinya terdalam tersimpan derita yang amat sangat dan tak terbantahkan.Memoar kehidupan dia ibaratkan batu sandungan untuk melompat lebih jauh dan terarah.Hanya kasih sang pencipta dan kemurahan alam dia sandarkan pundaknya.Opera akhir hayat dia tutupi dengan memberi lebih kepada penerusnya.Yang kehilangan induk bertengger pelanduk.Kuas pengharapan memecah keheningan simfony esok hari.Detik demi detik hanya memberatkan kaki gumamnya sesekali.Bangkit dan pandang dunia yang menelanjangi mu tanpa kenal lelah.
Tersirat makna cinta sejati dari cerita diatas,dari sewenang-wenangnya kehidupan karena tindakan yang salah.Mencoba memperbaiki keadaan hanya bermodal keikhlasan.memberi sedikit penghiburan diantara sekam yang menghanguskan permaknaan diri.Antara hidup dan mati,hanya waktu yang bisa memberi arti.
Tibalah pada penghujung kata yang memngaduk-aduk perasaan,kadang-kadang maknanya bias dan sedikit hiperbola.Tetapi itulah cerminan penulis yang ingin dikenang akan ke “terlalu”annya yang membahana.Mmempermainkan perasaan sesukanya tanpa menghiraukan ketersinggungan pembacanya.
Bicara tentang kekasih hati tidaklah mudah,ada kalanya hanya mengandalkan cinta kita akan binasa.Tetapi mengandalkan cinta juga kita akan penuh berkah,ketika seseorang yang kau sayagangi menerimamu apa adanya dan berusaha tidak menyinggungmu dengan perbendaharaan materi yang memuakkan.Bukan kah kebahagiaan adalah pencarian??? Pencarian yang tak membutuhkan kompas sebagai penunjuk arahnya,hanya ikuti kata hati dan permainannya sesekali mengaturnya atau mengendalikannya agar tidak tergelincir dari arah yang kau tentukan.Cinta yang kumaksudkan bukan cinta asal jadi,layu sebelum terkembang atau mati sebelum bernafas kencang.Cinta-cinta an yang hanya membutuhkan hawa nafsu dan keberanian mencium di bibirnya untuk yang pertama.Sesekali merembet menjelajahi bidang di tubuh kekasihnya yang rupawan.Lebih dari itu,cinta itu layaknya mahluk hidup yang bernafas,butuh udara dan perlakuan.Kerikil-kerikil tajam hanya memberi warna di stagnan nya hasrat berbagi rasa.
***************
Tidak ada komentar:
Posting Komentar