aku kencingi kepala kawan..
meludahi kebodohan nya atau kebodohan ku...
tinjuku masih mengarah ke awan..
langit sasarannya..
mengerahkan sisa-sisa tenaga kemarin
dan kemarinnya lagi..
amarahku menelanjangi kedewasaan..
bersembunyi di langit,meminum sari pati kegundahan..
aku kecewa kepada kehidupan..
apalagi nafas itu..
tetapi angin surga meniupkan harapan..
sisa-sisa kemenangan..
membuatku tetap berdiri..
bahkan berlari..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar